Jika Kelak Amplop Itu Datang

(Jika Kelak Amplop Itu Datang … What Should I Do ???)

Di sore itu, sekelompok CPNS baru sedang berkumpul di salah satu sudut kantor. Mereka tampak sedang asyik berdialog dengan seorang seniornya meskipun rasa letih menggelayut di tubuh mereka. Berikut ini sepotong pembicaran mereka
~ BEGIN ~
Seniore : Sekarang begini. Bagaimana kalo Pak Jogja nanti di tempatkan di bagian kepangkatan, kemudian ada orang yang hendak memberi uang karena pak Jogja sudah menyelesaikan urusan kenaikan pangkatnya. Ia memberi uang sambil mengatakan “terima kasih sekali pak, pokoknya saya ikhlas memberikan ini dsb”. Apa yang akan Pak Jogja lakukan ?
Jogja Je: (garuk – garuk kepala karena rambutnya ketombean)
Tukang Yasinan : kalo dilihat dari ekspresi wajahnya sepertinya Jogja bakalan nrima …
Teman yang lain : tertawa …. kwkwkwkwkwk
Tukang Suntik : diterima saja pak … mereka kan ngasihnya ikhlas (dengan logat Sunda)
Seniore : Sekarang kita tengok dulu apa itu ikhlas dari sisi orang yang memberi uang tadi. Coba ingat ketika kita kena tilang polisi kemudian diberi dua opsi. “Mau ikut sidang atau damai ?”, kata pak polisi. Pada umumnya orang akan memilih damai dengan menyodorkan lipatan uang berwarna biru sambil berkata, “Ya udah … ini aja pak, saya ikhlas kok …”. Sekarang coba jawab … kira – kira orang dalam kondisi seperti itu benar – benar ikhlas atau terpaksa ?
Tukang Suntik : hmmm …. terpaksa Pak
Seniore : Terpaksa kan ??? Begitu juga orang yang memberi uang karena urusan kenaikan pangkatnya sudah beres tadi. Dia memberi uang karena kebiasaannya begitu dan dia ingin urusannya lancar. Kalo bisa tidak pakai uang tentunya dia lebih seneng karena ga harus keluar uang.
Vince : (berbisik – bisik dengan Tukang Suntik) iya … ga boleh tuh. Gratifikasi tuh …
Tukang Mbecax : Kalo uangnya sebagian dipotong pajak, diberikan ke masjid untuk infaq, dan sisanya baru untuk kita gimana pak ?
Seniore : Sekarang saya tanya Cax. Minuman keras itu kan haram. Kalo cuman minum sedikit haram ga Cax?
Tukang Mbecax : ya tetep haram pak
Seniore : Nah begitu pula uang amplop tadi. Baik sedikit atau pun banyak tetap haram. Baik sebagian atau keseluruhan tetep haram. Bukan berarti dengan diberikan sebagian ke masjid kemudian jadi halal.
Hal ini pasti akan sampeyan hadapi. Jadi, harus dipersiapkan sejak sekarang. Mungkin suatu saat nanti Anda akan dihadapkan pada suatu keadaan yang sulit. Dihadapan Anda ada sebuah amplop ucapan terima kasih tapi Anda teringat kata – kata saya. Sementara di sisi lain Anda teringat istri dan anak – anak Anda kelaparan karena tidak punya beras. Setiap orang mempunyai cobaan yang berbeda – beda. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima cobaan berupa penghinaan, kekerasan dan lain sebagainya dan nanti cobaan berupa uang terima kasih itu yang akan Anda hadapi. Bagaimana sampeyan akan menghadapinya ? itu tergantung keimanan Anda.
Tukang Mbecax : Pak … kan ada orang yang bilang “Selama kita masih bisa beristighfar, diterima saja ga papa. Allah pasti akan mengampuni kita. Asalkan bukan dosa syirik”. Gimana itu pak ?
Seniore : Wah itu pemahaman yang salah. Nanti bisa – bisa semua orang yang masih bisa beristighfar akan dengan ringannya melakukan dosa. Dengan tenangnya mereka akan menipu kemudian mengucapkan istighfar. Dengan tenangnya mereka akan mencuri kemudian mengucapkan istighfar. Dengan tenangnya mereka akan berzina kemudian mengucapkan istighfar. Memang ada juga temen –temen saya yang pake cara berbeda. Jadi ketika dikasih uang itu, uangnya diterima, tapi setelah itu semua uangnya diberikan ke masjid, tidak ada sepeserpun yang dia ambil. Makanya pengurus masjid ini juga mengumpulkan uang – uang syubhat seperti itu karena beberapa teman melakukan hal itu.
Shapi-x : Pak … tapi kan kalo kita terima uangnya kesannya kita setuju dengan praktek tersebut. Orang yang ngasih juga ga tau kalo nantinya uang itu kita sumbangkan ke masjid.
Seniore : Betul sekali. Makanya kalo saya lebih memilih untuk menolak uang seperti itu. Orang yang dilayani pun seharusnya ga usah ngasih uang terima kasih seperti itu karena itu tidak mendidik.
Tukang Yasinan : Tapi yang dilayani kan pengin urusannya lancar dan cepet, ya mau ga mau harus ngasih amplop Pak.
Vince : Jadi seperti jalan gitu pak, mau pilih jalan biasa atau jalan tol. Kalo mau lebih cepet ya pilih jalan tol … tapi harus bayar
Tukang Suntik : Betul pak, jadi ada saling membutuhkan gitu pak. Itu ibarat kalo ada rambu dilarang berhenti dipinggir jalan. Trus ada orang nunggu angkot di dekat rambu itu. Kalo ada angkot lewat pasti angkotnya menepi juga untuk ngambil penumpang itu meskipun ada rambu dilarang berhenti. Penumpangnya butuh angkutan dan sopir angkotnya butuh penumpang.
Seniore : Memang hubungannya saling membutuhkan, tapi bagaimana pun juga praktek itu tidak dibenarkan. Itukan namanya suap juga … orang yang dilayani menyuap orang yang melayani
Arek Suroboyo : Berarti kalo uangnya dikasih temannya ga papa ya pak ? Temennya kan ga ikut melayani pak ? Misalnya yang ngurus kenaikan pangkat saya si A, trus saya ngasih uangnya ke teman si A, si B. Ga papa kan pak ?
Seniore : Wah kacau juga tuh. Nanti kalo kamu dah pergi pasti uang yang dikasih si B langsung diminta ma si A. Sama juga boong …
Shapi-x : Sebenarnya hal itu kan sudah jelas – jelas dilarang dalam PP no 30 tahun 1980 Pak. Larangan yang pertama DILARANG menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang bersangkutan dengan jabatan PNS. Larangan yang kedua DILARANG melakukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun juga dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan pribadi, golongan, atau pihak lain.
Seniore : Iya, aturannya sudah ada, tapi ya itu … karena “ngeyel” ya akhirnya peraturan itu hanyalah sekadar peraturan tanpa pernah diindahkan.
Paijox : Iya pak … bahkan parahnya lagi, waktu pembekalan CPNS kemarin, ada penyampai materi yang melegalkan hal tersebut bahkan beliau juga mengajarkan kami hal tersebut
Seniore : Maka dari itu, ketika khutbah jum’at kita mencoba menampilkan khotib – khotib yang benar- benar bisa memberikan pencerahan kepada seluruh PNS di kantor ini terutama para pejabat- pejabatnya. Kalo kajian biasa kan yang datang cuman bawahan-bawahan, sedangkan kalo hari Jum’at kan para pejabat kita mau tidak mau harus datang dan mendengarkan. Itu pun kalo mereka ikut sholat Jum’at dan itu pun kalo mereka tidak tidur selama khutbah.
Shapi-x : Nah masalahnya kalo kita bersikap seperti itu kita sering dicemooh sama rekan – rekan kerja kita pak. Yang dibilang “sok bersih” lah, “sok suci” lah. Kadang kita juga diasingkan ma rekan – rekan kerja yang sudah terbiasa mengikuti praktek – praktek kotor tersebut. Pernah saya jumpai juga PNS yang oleh rekannya tidak pernah diajak ikut kegiatan karena tidak mau mengerjakan hal – hal tersebut. Teman – teman yang konsisten untuk tetap bersih itu dianggap tidak bisa diajak bekerjasama.
Seniore : Kita itu terkadang malu dengan sesama manusia, tapi kita tidak pernah malu kepada Allah, Sang Kholiq yang telah menciptakan kita. Kita lebih takut diasingkan oleh manusia, daripada diasingkan oleh Allah dan dijauhkan dari segala keberkahannya. Allah Subhanahu wa ta’ala telah mengingatkan kita dalam QS. At Talaq ayat 3 dan 4 bahwa “Barangsiapa bertakwa pada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar,dan Allah akan mendatangkan rejeki yang tidak diduga – duga”. Jadi kita tetap harus teguh pendirian dengan kebenaran yang telah kita yakini. Tapi tentunya kita harus menolak dengan cara yang baik ketika ada ajakan berbuat kotor seperti itu. Jangan trus bilang “POKOKNYA SAYA TIDAK MAU, ITU MELANGGAR PP 30” dengan suara lantang. Jika itu yang dilakukan pasti akan menyakiti hati mereka yang mengajak sehingga mereka semakin benci kepada kita. Memang orang – orang seperti itu sebaiknya segera dibinasakan karena perbuatan – perbuatan mereka itulah yang membuat instansi kita turun peringkat menjadi peringkat ke-37. Perbuatan – perbuatan orang itu pula yang membuat “Mas Remon” tidak kunjung datang. Kita ini secara diam – diam diawasi dan dinilai loh. Bisa jadi orang yang kita layani itu adalah tim penilai yang menyamar. Kalo misalnya kita melakukan praktek pungutan liar dan ketahuan oleh tim penilai, tentulah nilai instansi kita akan menjadi semakin buruk saja.
~ END ~
Sebagai seorang CPNS yang masuk dengan cara yang bersih, kita sangat diharapkan untuk bisa membuat perubahan di BKN. Kita sangat diharapkan untuk bisa membuat BKN menjadi benar – benar bersih. Kita yang saat ini belum terkontaminasi oleh kebiasaan buruk para senior kita, hendaknya terus menjaga diri agar kita tetap tidak terkontaminasi. Bukannya saya sok suci atau sok pahlawan, tapi jujur saya prihatin melihat kebobrokan birokrasi kita dimana praktek KKN tersebar dimana – mana. Kapan bangsa kita akan maju kalo perilaku kita begini terus ? Wah malah jadi esmosi he he . Kebobrokan yang terjadi saat ini tidak akan bisa kita lawan sendiri … kita butuh rekan seperjuangan yang satu tujuan dan saya yakin teman – temanlah orang yang tepat untuk diajak bekerjasama. So … let’s do it together, “WUJUDKAN BIROKRASI YANG BERSIH” dan jangan lupa terus berdoa pada Allah Yang Membolak – Balikkan Hati agar kita bisa istiqomah berdiri atas jalan kebenaran. Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat.

Teruntuk Teman – Temanku CPNS BKN 2009
“Perpisahan Bukan Berarti Berakhirnya Persaudaraan”

Jika Kelak Amplop Itu Datang

what should I do ???

8 thoughts on “Jika Kelak Amplop Itu Datang

    • Cuman saling ingat-mengingatkan aja kok. Kmrn senin ikut kajian ga?

      Wah belum dapet. Kemarin malah dibilang turunnya bulan Mei … lama amat. Masak harus kas bon dulu ke koperasi😦

  1. Waw…sangat bagus posting anda…saya mengalami hal2 semacam itu selama 11 th menjadi PNS..

    Semoga menjadi inspirasi bagi teman2 PNS untuk lebih “HATI-HATI”…

    Ramly-PNS JATIM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s